These videos are among many that is worth re-vising, revised in the future:
Showing posts with label Tasawwuf. Show all posts
Showing posts with label Tasawwuf. Show all posts
Thursday, July 14, 2011
Revisiting information, knowledge: Syed Naquib - Hamza Yusuf Interview
I now believe that some information are meant to be re-visited and revised as we develop ourselves in terms of gaining knowledge so that information can turn into knowledge and knowledge can turn into wisdom.
These videos are among many that is worth re-vising, revised in the future:
These videos are among many that is worth re-vising, revised in the future:
Tuesday, June 7, 2011
8 Kaedah Dakwah Nabi Ibrahim A.S Ketika Berdakwah Kepada Orang Tuanya:
Kisah nabi Allah Ibrahim ‘alaihissalam ketika berdakwah kepada orang tuanya merupakan sebuah sajian yang cukup menarik dan menawan bagi tatapan kita wahai du’at di jalan Allah. Kisah ini tercantum di dalam Al-Quran yang telah menceritakan tentang uslub (cara) yang baik dan menarik di dalam surah Maryam bermula ayat 41 hingga 50.
Lapan Kaedah Dakwah Nabi Ibrahim A.S Ketika Berdakwah Kepada Orang Tuanya:
i) Melaksanakannya dengan lemah lembut dan mengelak dari diri seperti mengajar mereka.
Allah SWT berfirman : “Ingatlah ketika ia (Ibrahim) berkata kepada bapanya: “Wahai bapaku…” (Maryam:42). Kalimah “Ya abaati…” (Wahai bapaku) dalam bahasa Arab digunakan lilmulthafah (panggilan yang menunjukkan rasa sayang dan manja). InsyaAllah jika hati orang tua kita masih terbuka untuk kebenaran, panggilan yang tampak sederhana ini mampu melembutkan jiwa mereka.
ii) Memiliki hujah yang kuat dan dapat mematahkan hujahnya.
Sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim A.S ketika melarang orang tuanya menyembah berhala dengan berkata: “Wahai ayahku mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak dapat mendengar dan tidak dapat melihat serta tidak dapat memberimu manfaat sedikit pun?” (Maryam:42)
iii) Sentiasa berusaha menambah dan meningkatkan ilmu pengetahuan serta mampu menonjolkan ilmiahnya dakwah yang dibawa.
Kata khalilullah kepada orang tuanya lagi : “Wahai ayahku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, nescaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.” (Maryam : 43). Seseorang da’ie mestilah melazimkan diri dengan aktif membaca, mengikuti kelas-kelas pengajian, mengikuti kajian-kajian ilmiah, akrab dengan Al-Qur’an dan hadith agar ia menjadi bekalan yang cukup ampuh ketika mengeluarkan hujah.
iv) Mampu menjelaskan jalan-jalan kesesatan yang diwar-warkan syaitan dan para tenteranya.
Adalah penting untuk du’at memiliki kemampuan menjelaskan kepada orang tuanya tentang tokoh-tokoh syaitan yang berupa jin dan manusia, malah mampu menerangkan cara mereka menyebarkan kesesatan serta apakah sarana yang digunakan untuk menyesatkan. “Wahai ayahku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu derhaka kepada Allah Yang Maha Pemurah.” Maryam : 44)
v) Memiliki jiwa dan ruhiyah yang tinggi.
Mampu mengingatkan orang tua dengan azab Tuhan yang akan menimpa sama ada di dunia atau di akhirat bagi orang-orang yang terus menerus menjauhi agama Allah. Seperti mana kata Nabi Ibrahim “Wahai ayahku, sesungguhnya aku khuatir bahawa kamu akan ditimpa azab dari Allah Yang Maha Pemurah maka kamu akan menjadi kawan bagi syaitan.” (Maryam : 45)
vi) Memiliki kesediaan yang tinggi menghadapi risiko dakwah.
Sentiasa bersedia untuk menanggung risiko berdakwah seperti dipulau, diusir dan mungkin diseksa dengan kekerasan “ Berkata ayahnya: “Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku wahai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti nescaya kamu akan kurejam dan tinggalkanlah aku dalam waktu yang lama.” (Maryam : 46)
vii) Menjaga hubungan baik dengan orang tua, walaupun mereka menjadi penentang dakwah.
“Ibrahim berkata: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampunan bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.” (Maryam : 47)
viii) Mesti mempunyai keteguhan diri dalam menghadapi ujian dakwah dari orang tua.
Seseorang pendakwah mestilah mempunyai keteguhan diri ketika menghadapi ujian dakwah dari orang tuanya, jangan sekali-kali cepat mengalah dengan rayuan dan pujukan orang tua mereka sepertimana sikap Nabi Ibrahim ketika baginda bersabda: “Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Rabbku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa pada Rabbku.” (Maryam : 48)
Wallahu’alam.
Artikel dipetik dari Mihwar bil 8 tahun 2001.
Monday, May 9, 2011
Quotes Ustat Ridhuan Mat Nor
matahari mengusur jatuh ke bucu langit.....antara asar ke maghrib yg singkat,,jom..teman diawal waktu kita bersimpuh......malaikat maut mengintai2 kita..tidak hari ini..esok lusa...
muhasabah diri....setiap hari diziarahi malaikat,,jika ini malam terakhir kita? bagaimana nasib malam pertama di barzakh?....esok isnin ..teman2 boleh berpuasa sunat.....adik2 kampus,,,rebut peluang ketika komitmen hidup belum menimbun ini..
Jumaat itu datang lagi..berlari membawa pahala untuk kita dan kita yg tolol ini sentiasa cuai melepaskan peluang....jumaat itu datang lagi..engkau dan aku rebutlah saat itu..sebelum kita meregang nyawa..jom beramal!
Friday, May 6, 2011
MENANGISLAH !!! ~ Jalaluddeen Rumi
Menangislah!
Karena tangisan awan, taman pun tersenyum
Karena tangisan bayi, air susu pun mengalir
Pada suatu hari ketika bayi tahu cara, ia berkata
“Aku akan menangis agar perawat penyayang tiba”
Tidakkah kamu tahu bahwa Sang Perawat Agung
Tidak akan berikan susu jika kamu tidak meraung
Tuhan berfirman, “Menangislah sebanyak-banyaknya”
Dengarkan, anugrah Tuhan kan curahkan air susunya
Tangisan awan dan panas mentari
Adalah tiang dunia, rajutlah keduanya
Jika tak ada panas mentari dan tangisan awan
Mana mungkin bakal kembang semua badan
Mana mungkin musim silih berganti
Jika kemilau dan tangis ini berhenti
Mentari yang membakar dan awan yang menangis
Itulah yamg membuat dunia segar dan manis
Biarkan matahari kecerdasanmu terus-menerus terbakar
Biarkan matamu, seperti awan, kemilau karena airmata yang keluar
Menangislah seperti rengekan anak kecil, jangan makan rotimu
karena roti jasmanimu akan mengeringkan air ruhanimu
Ketika tubuhmu rimbun dengan dedaunan yang subur
Siang malam batang rohmu melepaskannya seperti musim gugur
Kerimbunan tubuhmu adalah kerontangan rohmu
Segeralah, jatuhkan tubuhmu, tumbuhkan rohmu!
Pinjami Tuhan, pinjamkan kerimbunan tubuhmu
Tukarkan dengan taman yang merkah dalam jiwamu
Berikan pinjaman, kurangi makanan badanmu
Biar tampaklah muka yang dulu tak terlihat matamu
Ketika badan mengeluarkan semua kotoran keji
Tuhan mengisinya dengan mutiara dan kesturi
Orang itu telah menukar kotoran dengan kesucian
Dari “Dia sucikan kamu” ia peroleh kenikmatan
Syair Perahu ~ Hamzah Fansuri
Inilah gerangan suatu madah
mengarangkan syair terlalu indah,
membetuli jalan tempat berpindah,
di sanalah i’tikat diperbetuli sudah
Wahai muda kenali dirimu,
ialah perahu tamsil tubuhmu,
tiadalah berapa lama hidupmu,
ke akhirat jua kekal diammu.
Hai muda arif-budiman,
hasilkan kemudi dengan pedoman,
alat perahumu jua kerjakan,
itulah jalan membetuli insan.
Perteguh jua alat perahumu,
hasilkan bekal air dan kayu,
dayung pengayuh taruh di situ,
supaya laju perahumu itu
Sudahlah hasil kayu dan ayar,
angkatlah pula sauh dan layar,
pada beras bekal jantanlah taksir,
niscaya sempurna jalan yang kabir.
Perteguh jua alat perahumu,
muaranya sempit tempatmu lalu,
banyaklah di sana ikan dan hiu,
menanti perahumu lalu dari situ.
Muaranya dalam, ikanpun banyak,
di sanalah perahu karam dan rusak,
karangnya tajam seperti tombak
ke atas pasir kamu tersesak.
Ketahui olehmu hai anak dagang
riaknya rencam ombaknya karang
ikanpun banyak datang menyarang
hendak membawa ke tengah sawang.
Muaranya itu terlalu sempit,
di manakan lalu sampan dan rakit
jikalau ada pedoman dikapit,
sempurnalah jalan terlalu ba’id.
Baiklah perahu engkau perteguh,
hasilkan pendapat dengan tali sauh,
anginnya keras ombaknya cabuh,
pulaunya jauh tempat berlabuh.
Lengkapkan pendarat dan tali sauh,
derasmu banyak bertemu musuh,
selebu rencam ombaknya cabuh,
La ilaha illallahu akan tali yang teguh.
Barang siapa bergantung di situ,
teduhlah selebu yang rencam itu
pedoman betuli perahumu laju,
selamat engkau ke pulau itu.
La ilaha illallahu jua yang engkau ikut,
di laut keras dan topan ribut,
hiu dan paus di belakang menurut,
pertetaplah kemudi jangan terkejut.
Laut Silan terlalu dalam,
di sanalah perahu rusak dan karam,
sungguhpun banyak di sana menyelam,
larang mendapat permata nilam.
Laut Silan wahid al kahhar,
riaknya rencam ombaknya besar,
anginnya songsongan membelok sengkar
perbaik kemudi jangan berkisar.
Itulah laut yang maha indah,
ke sanalah kita semuanya berpindah,
hasilkan bekal kayu dan juadah
selamatlah engkau sempurna musyahadah.
Silan itu ombaknya kisah,
banyaklah akan ke sana berpindah,
topan dan ribut terlalu ‘azamah,
perbetuli pedoman jangan berubah.
Laut Kulzum terlalu dalam,
ombaknya muhit pada sekalian alam
banyaklah di sana rusak dan karam,
perbaiki na’am, siang dan malam.
Ingati sungguh siang dan malam,
lautnya deras bertambah dalam,
anginpun keras, ombaknya rencam,
ingati perahu jangan tenggelam.
Jikalau engkau ingati sungguh,
angin yang keras menjadi teduh
tambahan selalu tetap yang cabuh
selamat engkau ke pulau itu berlabuh.
Sampailah ahad dengan masanya,
datanglah angin dengan paksanya,
belajar perahu sidang budimannya,
berlayar itu dengan kelengkapannya.
Wujud Allah nama perahunya,
ilmu Allah akan [dayungnya]
iman Allah nama kemudinya,
“yakin akan Allah” nama pawangnya.
“Taharat dan istinja’” nama lantainya,
“kufur dan masiat” air ruangnya,
tawakkul akan Allah jurubatunya
tauhid itu akan sauhnya.
Salat akan nabi tali bubutannya,
istigfar Allah akan layarnya,
“Allahu Akbar” nama anginnya,
subhan Allah akan lajunya.
“Wallahu a’lam” nama rantaunya,
“iradat Allah” nama bandarnya,
“kudrat Allah” nama labuhannya,
“surga jannat an naim nama negerinya.
Karangan ini suatu madah,
mengarangkan syair tempat berpindah,
di dalam dunia janganlah tam’ah,
di dalam kubur berkhalwat sudah.
Kenali dirimu di dalam kubur,
badan seorang hanya tersungkur
dengan siapa lawan bertutur?
di balik papan badan terhancur.
Di dalam dunia banyaklah mamang,
ke akhirat jua tempatmu pulang,
janganlah disusahi emas dan uang,
itulah membawa badan terbuang.
Tuntuti ilmu jangan kepalang,
di dalam kubur terbaring seorang,
Munkar wa Nakir ke sana datang,
menanyakan jikalau ada engkau sembahyang.
Tongkatnya lekat tiada terhisab,
badanmu remuk siksa dan azab,
akalmu itu hilang dan lenyap,
(baris ini tidak terbaca)
Munkar wa Nakir bukan kepalang,
suaranya merdu bertambah garang,
tongkatnya besar terlalu panjang,
cabuknya banyak tiada terbilang.
Kenali dirimu, hai anak dagang!
di balik papan tidur telentang,
kelam dan dingin bukan kepalang,
dengan siapa lawan berbincang?
La ilaha illallahu itulah firman,
Tuhan itulah pergantungan alam sekalian,
iman tersurat pada hati insap,
siang dan malam jangan dilalaikan.
La ilaha illallahu itu terlalu nyata,
tauhid ma’rifat semata-mata,
memandang yang gaib semuanya rata,
lenyapkan ke sana sekalian kita.
La ilaha illallahu itu janganlah kaupermudah-mudah,
sekalian makhluk ke sana berpindah,
da’im dan ka’im jangan berubah,
khalak di sana dengan La ilaha illallahu.
La ilaha illallahu itu jangan kaulalaikan,
siang dan malam jangan kau sunyikan,
selama hidup juga engkau pakaikan,
Allah dan rasul juga yang menyampaikan.
La ilaha illallahu itu kata yang teguh,
memadamkan cahaya sekalian rusuh,
jin dan syaitan sekalian musuh,
hendak membawa dia bersungguh-sungguh.
La ilaha illallahu itu kesudahan kata,
tauhid ma’rifat semata-mata.
hapuskan hendak sekalian perkara,
hamba dan Tuhan tiada berbeda.
La ilaha illallahu itu tempat mengintai,
medan yang kadim tempat berdamai,
wujud Allah terlalu bitai,
siang dan malam jangan bercerai.
La ilaha illallahu itu tempat musyahadah,
menyatakan tauhid jangan berubah,
sempurnalah jalan iman yang mudah,
pertemuan Tuhan terlalu susah.
~ Hamzah Fansuri
membetuli jalan tempat berpindah,
di sanalah i’tikat diperbetuli sudah
Wahai muda kenali dirimu,
ialah perahu tamsil tubuhmu,
tiadalah berapa lama hidupmu,
ke akhirat jua kekal diammu.
Hai muda arif-budiman,
hasilkan kemudi dengan pedoman,
alat perahumu jua kerjakan,
itulah jalan membetuli insan.
Perteguh jua alat perahumu,
hasilkan bekal air dan kayu,
dayung pengayuh taruh di situ,
supaya laju perahumu itu
Sudahlah hasil kayu dan ayar,
angkatlah pula sauh dan layar,
pada beras bekal jantanlah taksir,
niscaya sempurna jalan yang kabir.
Perteguh jua alat perahumu,
muaranya sempit tempatmu lalu,
banyaklah di sana ikan dan hiu,
menanti perahumu lalu dari situ.
Muaranya dalam, ikanpun banyak,
di sanalah perahu karam dan rusak,
karangnya tajam seperti tombak
ke atas pasir kamu tersesak.
Ketahui olehmu hai anak dagang
riaknya rencam ombaknya karang
ikanpun banyak datang menyarang
hendak membawa ke tengah sawang.
Muaranya itu terlalu sempit,
di manakan lalu sampan dan rakit
jikalau ada pedoman dikapit,
sempurnalah jalan terlalu ba’id.
Baiklah perahu engkau perteguh,
hasilkan pendapat dengan tali sauh,
anginnya keras ombaknya cabuh,
pulaunya jauh tempat berlabuh.
Lengkapkan pendarat dan tali sauh,
derasmu banyak bertemu musuh,
selebu rencam ombaknya cabuh,
La ilaha illallahu akan tali yang teguh.
Barang siapa bergantung di situ,
teduhlah selebu yang rencam itu
pedoman betuli perahumu laju,
selamat engkau ke pulau itu.
La ilaha illallahu jua yang engkau ikut,
di laut keras dan topan ribut,
hiu dan paus di belakang menurut,
pertetaplah kemudi jangan terkejut.
Laut Silan terlalu dalam,
di sanalah perahu rusak dan karam,
sungguhpun banyak di sana menyelam,
larang mendapat permata nilam.
Laut Silan wahid al kahhar,
riaknya rencam ombaknya besar,
anginnya songsongan membelok sengkar
perbaik kemudi jangan berkisar.
Itulah laut yang maha indah,
ke sanalah kita semuanya berpindah,
hasilkan bekal kayu dan juadah
selamatlah engkau sempurna musyahadah.
Silan itu ombaknya kisah,
banyaklah akan ke sana berpindah,
topan dan ribut terlalu ‘azamah,
perbetuli pedoman jangan berubah.
Laut Kulzum terlalu dalam,
ombaknya muhit pada sekalian alam
banyaklah di sana rusak dan karam,
perbaiki na’am, siang dan malam.
Ingati sungguh siang dan malam,
lautnya deras bertambah dalam,
anginpun keras, ombaknya rencam,
ingati perahu jangan tenggelam.
Jikalau engkau ingati sungguh,
angin yang keras menjadi teduh
tambahan selalu tetap yang cabuh
selamat engkau ke pulau itu berlabuh.
Sampailah ahad dengan masanya,
datanglah angin dengan paksanya,
belajar perahu sidang budimannya,
berlayar itu dengan kelengkapannya.
Wujud Allah nama perahunya,
ilmu Allah akan [dayungnya]
iman Allah nama kemudinya,
“yakin akan Allah” nama pawangnya.
“Taharat dan istinja’” nama lantainya,
“kufur dan masiat” air ruangnya,
tawakkul akan Allah jurubatunya
tauhid itu akan sauhnya.
Salat akan nabi tali bubutannya,
istigfar Allah akan layarnya,
“Allahu Akbar” nama anginnya,
subhan Allah akan lajunya.
“Wallahu a’lam” nama rantaunya,
“iradat Allah” nama bandarnya,
“kudrat Allah” nama labuhannya,
“surga jannat an naim nama negerinya.
Karangan ini suatu madah,
mengarangkan syair tempat berpindah,
di dalam dunia janganlah tam’ah,
di dalam kubur berkhalwat sudah.
Kenali dirimu di dalam kubur,
badan seorang hanya tersungkur
dengan siapa lawan bertutur?
di balik papan badan terhancur.
Di dalam dunia banyaklah mamang,
ke akhirat jua tempatmu pulang,
janganlah disusahi emas dan uang,
itulah membawa badan terbuang.
Tuntuti ilmu jangan kepalang,
di dalam kubur terbaring seorang,
Munkar wa Nakir ke sana datang,
menanyakan jikalau ada engkau sembahyang.
Tongkatnya lekat tiada terhisab,
badanmu remuk siksa dan azab,
akalmu itu hilang dan lenyap,
(baris ini tidak terbaca)
Munkar wa Nakir bukan kepalang,
suaranya merdu bertambah garang,
tongkatnya besar terlalu panjang,
cabuknya banyak tiada terbilang.
Kenali dirimu, hai anak dagang!
di balik papan tidur telentang,
kelam dan dingin bukan kepalang,
dengan siapa lawan berbincang?
La ilaha illallahu itulah firman,
Tuhan itulah pergantungan alam sekalian,
iman tersurat pada hati insap,
siang dan malam jangan dilalaikan.
La ilaha illallahu itu terlalu nyata,
tauhid ma’rifat semata-mata,
memandang yang gaib semuanya rata,
lenyapkan ke sana sekalian kita.
La ilaha illallahu itu janganlah kaupermudah-mudah,
sekalian makhluk ke sana berpindah,
da’im dan ka’im jangan berubah,
khalak di sana dengan La ilaha illallahu.
La ilaha illallahu itu jangan kaulalaikan,
siang dan malam jangan kau sunyikan,
selama hidup juga engkau pakaikan,
Allah dan rasul juga yang menyampaikan.
La ilaha illallahu itu kata yang teguh,
memadamkan cahaya sekalian rusuh,
jin dan syaitan sekalian musuh,
hendak membawa dia bersungguh-sungguh.
La ilaha illallahu itu kesudahan kata,
tauhid ma’rifat semata-mata.
hapuskan hendak sekalian perkara,
hamba dan Tuhan tiada berbeda.
La ilaha illallahu itu tempat mengintai,
medan yang kadim tempat berdamai,
wujud Allah terlalu bitai,
siang dan malam jangan bercerai.
La ilaha illallahu itu tempat musyahadah,
menyatakan tauhid jangan berubah,
sempurnalah jalan iman yang mudah,
pertemuan Tuhan terlalu susah.
~ Hamzah Fansuri
Monday, April 11, 2011
Wasiat Terakhir Arwah Prof Zulkifli Muhammad 3
Saudara-saudara yang mulia, perhubungan kita dengan kerajaan pusat akan bercorak dua samada kerajaan pusat akan baik dengan kita atau ia akan jahat dengan kita. Tunku Abd Rahman di dalam kenyataannya semalam menyatakan ketika ditanya samada akan dibiarkan kerajaan Negeri Kelantan ini ia telah menyatakan, "Tidak, kita akan beri mereka kemajuan-kemajuan supaya mereka dapat sama seperti negeri-negeri lain, Tun Abd Razak berkata, "bahawa orang Kelantan itu tidak mahu kepada kemajuan dan dari itu fahamlah saya bahawa dia tidak ingin menyebarkan kemajuan. Marilah kita sedia untuk menghadap kedua-duanya ini. Saya belum tahu apa cara yang hendak kita buat, sebab gendangnya belum benar-benar berbunyi, jangan kita melompat sebelum rentak gendang itu kita ketahui kemana hendak dilagukan, tetapi saudar-saudara kita fahami sebab kita ini telah tua di dalam politik bahawa kerajaan Perikatan akan menekan kita walaupun dia mengata dia tidak akan menekan kita.
Jadi apakah keselamatan kita? Apakah jaminan bahawa kita akan berjalan terus? Satu saja! ... satu saja! Perpaduan mesti kukuh, perpaduan kita, ini sahaja yang boleh menjamin kita hidup lama di negeri Kelantan ini. Kalau kita pecah maka akan hancurlah kita semua, marilah kita semua saudara-saudara memikul beban ini dengan rasa perpaduan yang kuat, bukan perpaduan diantara 17, .... 18.... 21 orang sahaja, tetapi perpaduan diantara saudara-saudara dengan Perhubungan Negeri dengan Rakyat dengan saya, dengan Jawatankuasa Agung dengan semua kita berpadu sehingga tidak celah yang boleh datang keburukan-keburukan yang boleh menghancurkan kita.
Kita tidak dapat menghadapi kerjaaan Perikatan ini, dengan kepandaian kita, kita tidak menghadapi kerajaan Perikatan ini dengan kekuatan kita, tetapi kita hanya akan dapat menghadapi Perikatan ini dengan berkiblat juara masyarakat, kalau aku bersifat cuba berpisah dari rakan ku, aku akan dimakan Perikatan dan rakan ku juga akan dimakan Perikatan dan cita-cita Islam yang aku hebahkan akan dihancurkan dari negeri ini. Ini perlu kita faham dan ini perlu menjadi motto kita di dalam negeri kita ini.
Saudara-saudara yang mulia, esok atau lusa kita akan membentuk kerajaan diantara kita sama kita. Kita boleh mulakan kerajaan PAS negeri Kelantan ini dengan kucar kacir dan kita aturkan dengan kehancuran kalau kita dan kita boleh mulakan kerajaan negeri Kelantan ini dengan berbaik-baik, membina perpaduan yang kukuh, kita akhirkan kerajaan negeri Kelantan ini dengan kejayaan.
Saya berharap masalah ini tidak menjadi masalah pertikaian diantara saudara-saudara sekelian, supaya tidak menjadi masalah pertarungan kepentingan diantara saudara-saudara sekelian. Yang perlu kita pandang ialah kita memerlukan untuk menghidupkan sebuah kerajaan yang kuat yang bukan hendak menghadapi orang-orang yang ada didalam kita ini supaya bercakar diantara satu sama lain tetapi bersedia untuk menghadapi kerajaan Perikatan yang bersedia untuk mencari peluang menghancurkan kita di dalam negeri ini.
Jadi saudara-saudara walaupun musuh mengebom kita, berdentum-dentum dari langit, maka janganlah kita asyik memikirkan, "dia tersepak kaki saya, saya mesti sepak dia pula", ini tidak ada gunanya. Ini akan mengakibatkan keruntuhan kita belaka.
Saudara-saudara yang mulia, lantikan kerajaan, lantikan Menteri Besar, Timbalan Menteri Besar, lantikan Speaker, EXCO, Pengerusi-pengerusi jawatankuasa kerajaan akan dilakukan. Lantikan inilah tempat yang subur dengan kuman-kuman yang membawa sengketa kepada kita. Apa yang akan kita buat saudara-saudara ketika kita menghadapi ini semua, yang akan kita buat ialah perpegang kepada keikhlasan kita. Keikhlasan iaitu menitikan tujuan kita kepada perlaksanaan dasar partai kita dan mengenepikan sebarang kepentingan yang selain dari itu.
Inilah pegangan kita dan saya percaya Perhubungan dan kerjasama saudara-saudara dengannya akan dapat memberikan kejayaan bagi lantikan-lantikan yang akan dilakukan tidak berapa lama lagi.
Saudara-saudara yang mulia, kita akan menghadapi kerja besar, dan bagi kerja besar ini marilah kita wujudkan kekuatan yang besar pula. Kita tahu saudara-saudara bahawa kaedah menjaga kepentingan perlaksanaan tujuan ini mungkin akan dapat di pengaruhi oleh penafsiran-penafsiran yang berlainan, sekali lagi saya katakan sebarang penafsiran terhadap kaedah ini hendaklah juga dikawal dan dipandu oleh rasa keikhlasan yang mesti ada kepada kita.
Maksud saya dengan cara yang kasar, kita hendak jadikan Pengerusi Hal Ehwal Agama, ialah "Encik Majhul" kerana lantikan kita kepada "Encik Majhul" ini akan dapatlah soal agama ini dibereskan dengan baiknya. Datang seorang lagi berkata, "saya mencadangkan pula supaya encik Maqbul pula menjadi Pengerusinya, kerana encik Maqbul inilah orangnya yang layak dengan jawatan ini dan kalau dia memegang jawatan ini tertentulah terlaksana cita-cita kita. Kedua-duanya mempunyai penafsiran yang ikhlas, baik belaka itu saudara-saudara. Sebab itulah pertukaran fikiran mesti kita galakkan, tetapi suka saya menarik pandangan saudara-saudara kepada pengajaran yang dibawa oleh Imam Ghazali dengan katanya sekali iaitu, "di dalam bertukar-tukar fikiran ini, akan berkembanglah pertukaran fikiran itu kepada perbahasan dan perbalahan dan diketika perbahasan dan perbalahan itu berlaku maka bertenggeklah syaitan diatas bahu orang yang berbahas itu. Katanya (syaitan), "Berbalahlah kamu, Fa anta 'ala haqqin... kamulah yang benar".
Saya tidak tahu bila syaitan itu melompat di atas bahu saudara-saudara pula dan apa nampaknya saudara rasa kalau bersungguh-sungguh panas saudara ketika itu, ingatlah bahawa Imam Ghazali pernah menyebut bahawa waktu perbalahan seperti itu melompat syaitan ke atas bahu dengan berkata bahawa "anta 'ala haqqin" kamulah yang benar... kamulah yang benar.
Jadi saudara-saudara hal ini akan berlaku tidak lama lagi, sehari 2 hari atau 3 hari yang akan datang. Jadi janganlah kita mulakan kekeruhan dari awal. Apabila kekeruhan berlaku dari awal tidaklah dapat kita cari kejernihan dengan mudahnya.
Saudara-saudara yang mulia, sudah banyak saya bercakap kepada saudara sekelian. Cuma satu sahaja akan saya akhiri ucapan ini, iaitu hadapilah masalah dihadapan saudara dimasa akan datang dengan kesungguhan.
Berjuang dengan kesungguhan!!!
Bekerja dengan kesungguhan!!!
Bertugas dengan kesungguhan!!!
Bertutur dengan kesungguhan!!!
Jangan jadikan kerja kita walau apa sekali pun kerja asal-asal sahaja.
"Apa boleh buat, oleh kerana saya telah menjadi ahli Dewan Undangan Negeri, saya pergi mesyuarat".
"Apa boleh buat, oleh kerana saya telah menjadi ahli Dewan Undangan Negeri saya tolong susun kebesaran-kebesaran".
Yang sungguh, perlu penolong saya yang cari dan kalau dapat sekarang ini saya akan gunakan praktis-praktis demi agama, bangsa dan tanah air saya.
Dulu ketika belum menjadi tuan besar, duduk berehat dikedai-kedai kopi. Kita kata, "alangkah banyaknya kesalahan orang ini, kamu tahu apa? begini.... begini.
Sekarang kita telah diletak oleh rakyat ditempat ini, mari kita gunakan peluang ini dengan kesungguhan.
Kesungguhan, keikhlasan dan perpaduan akan menjayakan kita.
Assalamualaikum warahmatullah hi wabarakatuh.
Selesai catatan ucapan yang telah disampaikan oleh Prof. Zulkifli Muhammad 45 tahun yang lalu, tetapi mungkin ada kesalahan dalam ketika menaip atau tersilap dengar perkataan (rasa tidak banyak).
Aku mencatatkan bukan untuk sesiapa, tetapi untuk diriku sendiri, kerana kalau dengar sahaja ia tidak masuk kedalam hati, dan kadang-kadang bersembang dengan kawan atau tertidor ketika mendengar, jadi aku mengambil jalan mendengar dan menulis semula ucapan itu untuk aku cuba hayati apa yang ingin disampaikan oleh pemimpin awal PAS ketika PAS telah merintah selama 5 tahun dan akan masuk 5 tahun ke2 di Kelantan. Jika tulis dalam komputer peribadi aku rasa rugi pula, jadi lebih baiklah aku tulis dan publish didalam blog, jika ada yang terjumpa blog ini mungkin yang mahu membacanya semoga ia menjadi amal kebajikan yang akan diterima Tuhan, InsyaAllah.
Ketika ucapan ini disampaikan, PAS masih baru(baru 13 tahun), PAS masih tidak dikenali ramai, tetapi kesungguhan Prof Zulkifli Muhammad untuk meletakkan asas pemerintahan PAS dengan Islam amat mengkagumkan.
Jika ia hendak dijadikan sebagai bahan renungan, untuk kita semua. Aku merasakan ia amat baik, kerana Prof. Zulkifli tidak bercakap kepada kita ketika itu, jadi tidak ada langsung perasaan ingin menyindir atau mencela kita yang mungkin kita akan mencari alasan untuk menolak dengan mudah mana-mana tulisan dan ucapan yang agak kritis sekarang ini kepada kita, dengan ungkapan paling mudah, iaitu "mereka tak faham apa kita nak buat" atau "mereka mengaji universiti mana?"
Credits go to this man for posting this speech in his blog: http://arisawang.blogspot.com/2009/11/masih-sambungan-berjumpa-prof-zulkifli.html
Jadi apakah keselamatan kita? Apakah jaminan bahawa kita akan berjalan terus? Satu saja! ... satu saja! Perpaduan mesti kukuh, perpaduan kita, ini sahaja yang boleh menjamin kita hidup lama di negeri Kelantan ini. Kalau kita pecah maka akan hancurlah kita semua, marilah kita semua saudara-saudara memikul beban ini dengan rasa perpaduan yang kuat, bukan perpaduan diantara 17, .... 18.... 21 orang sahaja, tetapi perpaduan diantara saudara-saudara dengan Perhubungan Negeri dengan Rakyat dengan saya, dengan Jawatankuasa Agung dengan semua kita berpadu sehingga tidak celah yang boleh datang keburukan-keburukan yang boleh menghancurkan kita.
Kita tidak dapat menghadapi kerjaaan Perikatan ini, dengan kepandaian kita, kita tidak menghadapi kerajaan Perikatan ini dengan kekuatan kita, tetapi kita hanya akan dapat menghadapi Perikatan ini dengan berkiblat juara masyarakat, kalau aku bersifat cuba berpisah dari rakan ku, aku akan dimakan Perikatan dan rakan ku juga akan dimakan Perikatan dan cita-cita Islam yang aku hebahkan akan dihancurkan dari negeri ini. Ini perlu kita faham dan ini perlu menjadi motto kita di dalam negeri kita ini.
Saudara-saudara yang mulia, esok atau lusa kita akan membentuk kerajaan diantara kita sama kita. Kita boleh mulakan kerajaan PAS negeri Kelantan ini dengan kucar kacir dan kita aturkan dengan kehancuran kalau kita dan kita boleh mulakan kerajaan negeri Kelantan ini dengan berbaik-baik, membina perpaduan yang kukuh, kita akhirkan kerajaan negeri Kelantan ini dengan kejayaan.
Saya berharap masalah ini tidak menjadi masalah pertikaian diantara saudara-saudara sekelian, supaya tidak menjadi masalah pertarungan kepentingan diantara saudara-saudara sekelian. Yang perlu kita pandang ialah kita memerlukan untuk menghidupkan sebuah kerajaan yang kuat yang bukan hendak menghadapi orang-orang yang ada didalam kita ini supaya bercakar diantara satu sama lain tetapi bersedia untuk menghadapi kerajaan Perikatan yang bersedia untuk mencari peluang menghancurkan kita di dalam negeri ini.
Jadi saudara-saudara walaupun musuh mengebom kita, berdentum-dentum dari langit, maka janganlah kita asyik memikirkan, "dia tersepak kaki saya, saya mesti sepak dia pula", ini tidak ada gunanya. Ini akan mengakibatkan keruntuhan kita belaka.
Saudara-saudara yang mulia, lantikan kerajaan, lantikan Menteri Besar, Timbalan Menteri Besar, lantikan Speaker, EXCO, Pengerusi-pengerusi jawatankuasa kerajaan akan dilakukan. Lantikan inilah tempat yang subur dengan kuman-kuman yang membawa sengketa kepada kita. Apa yang akan kita buat saudara-saudara ketika kita menghadapi ini semua, yang akan kita buat ialah perpegang kepada keikhlasan kita. Keikhlasan iaitu menitikan tujuan kita kepada perlaksanaan dasar partai kita dan mengenepikan sebarang kepentingan yang selain dari itu.
Inilah pegangan kita dan saya percaya Perhubungan dan kerjasama saudara-saudara dengannya akan dapat memberikan kejayaan bagi lantikan-lantikan yang akan dilakukan tidak berapa lama lagi.
Saudara-saudara yang mulia, kita akan menghadapi kerja besar, dan bagi kerja besar ini marilah kita wujudkan kekuatan yang besar pula. Kita tahu saudara-saudara bahawa kaedah menjaga kepentingan perlaksanaan tujuan ini mungkin akan dapat di pengaruhi oleh penafsiran-penafsiran yang berlainan, sekali lagi saya katakan sebarang penafsiran terhadap kaedah ini hendaklah juga dikawal dan dipandu oleh rasa keikhlasan yang mesti ada kepada kita.
Maksud saya dengan cara yang kasar, kita hendak jadikan Pengerusi Hal Ehwal Agama, ialah "Encik Majhul" kerana lantikan kita kepada "Encik Majhul" ini akan dapatlah soal agama ini dibereskan dengan baiknya. Datang seorang lagi berkata, "saya mencadangkan pula supaya encik Maqbul pula menjadi Pengerusinya, kerana encik Maqbul inilah orangnya yang layak dengan jawatan ini dan kalau dia memegang jawatan ini tertentulah terlaksana cita-cita kita. Kedua-duanya mempunyai penafsiran yang ikhlas, baik belaka itu saudara-saudara. Sebab itulah pertukaran fikiran mesti kita galakkan, tetapi suka saya menarik pandangan saudara-saudara kepada pengajaran yang dibawa oleh Imam Ghazali dengan katanya sekali iaitu, "di dalam bertukar-tukar fikiran ini, akan berkembanglah pertukaran fikiran itu kepada perbahasan dan perbalahan dan diketika perbahasan dan perbalahan itu berlaku maka bertenggeklah syaitan diatas bahu orang yang berbahas itu. Katanya (syaitan), "Berbalahlah kamu, Fa anta 'ala haqqin... kamulah yang benar".
Saya tidak tahu bila syaitan itu melompat di atas bahu saudara-saudara pula dan apa nampaknya saudara rasa kalau bersungguh-sungguh panas saudara ketika itu, ingatlah bahawa Imam Ghazali pernah menyebut bahawa waktu perbalahan seperti itu melompat syaitan ke atas bahu dengan berkata bahawa "anta 'ala haqqin" kamulah yang benar... kamulah yang benar.
Jadi saudara-saudara hal ini akan berlaku tidak lama lagi, sehari 2 hari atau 3 hari yang akan datang. Jadi janganlah kita mulakan kekeruhan dari awal. Apabila kekeruhan berlaku dari awal tidaklah dapat kita cari kejernihan dengan mudahnya.
Saudara-saudara yang mulia, sudah banyak saya bercakap kepada saudara sekelian. Cuma satu sahaja akan saya akhiri ucapan ini, iaitu hadapilah masalah dihadapan saudara dimasa akan datang dengan kesungguhan.
Berjuang dengan kesungguhan!!!
Bekerja dengan kesungguhan!!!
Bertugas dengan kesungguhan!!!
Bertutur dengan kesungguhan!!!
Jangan jadikan kerja kita walau apa sekali pun kerja asal-asal sahaja.
"Apa boleh buat, oleh kerana saya telah menjadi ahli Dewan Undangan Negeri, saya pergi mesyuarat".
"Apa boleh buat, oleh kerana saya telah menjadi ahli Dewan Undangan Negeri saya tolong susun kebesaran-kebesaran".
Yang sungguh, perlu penolong saya yang cari dan kalau dapat sekarang ini saya akan gunakan praktis-praktis demi agama, bangsa dan tanah air saya.
Dulu ketika belum menjadi tuan besar, duduk berehat dikedai-kedai kopi. Kita kata, "alangkah banyaknya kesalahan orang ini, kamu tahu apa? begini.... begini.
Sekarang kita telah diletak oleh rakyat ditempat ini, mari kita gunakan peluang ini dengan kesungguhan.
Kesungguhan, keikhlasan dan perpaduan akan menjayakan kita.
Assalamualaikum warahmatullah hi wabarakatuh.
Selesai catatan ucapan yang telah disampaikan oleh Prof. Zulkifli Muhammad 45 tahun yang lalu, tetapi mungkin ada kesalahan dalam ketika menaip atau tersilap dengar perkataan (rasa tidak banyak).
Aku mencatatkan bukan untuk sesiapa, tetapi untuk diriku sendiri, kerana kalau dengar sahaja ia tidak masuk kedalam hati, dan kadang-kadang bersembang dengan kawan atau tertidor ketika mendengar, jadi aku mengambil jalan mendengar dan menulis semula ucapan itu untuk aku cuba hayati apa yang ingin disampaikan oleh pemimpin awal PAS ketika PAS telah merintah selama 5 tahun dan akan masuk 5 tahun ke2 di Kelantan. Jika tulis dalam komputer peribadi aku rasa rugi pula, jadi lebih baiklah aku tulis dan publish didalam blog, jika ada yang terjumpa blog ini mungkin yang mahu membacanya semoga ia menjadi amal kebajikan yang akan diterima Tuhan, InsyaAllah.
Ketika ucapan ini disampaikan, PAS masih baru(baru 13 tahun), PAS masih tidak dikenali ramai, tetapi kesungguhan Prof Zulkifli Muhammad untuk meletakkan asas pemerintahan PAS dengan Islam amat mengkagumkan.
Jika ia hendak dijadikan sebagai bahan renungan, untuk kita semua. Aku merasakan ia amat baik, kerana Prof. Zulkifli tidak bercakap kepada kita ketika itu, jadi tidak ada langsung perasaan ingin menyindir atau mencela kita yang mungkin kita akan mencari alasan untuk menolak dengan mudah mana-mana tulisan dan ucapan yang agak kritis sekarang ini kepada kita, dengan ungkapan paling mudah, iaitu "mereka tak faham apa kita nak buat" atau "mereka mengaji universiti mana?"
Credits go to this man for posting this speech in his blog: http://arisawang.blogspot.com/2009/11/masih-sambungan-berjumpa-prof-zulkifli.html
Wasiat Terakhir Arwah Prof Zulkifli Muhammad 2
Berapa orang daripada saudara-saudara yang telah menjadi ahli Dewan Negeri dan Dewan Rakyat (Member Parlimen) sudah membaca buku Islam dan mengatakan bahawa dia ini penganjur Islam. Berapa orang!!!.
Cuba kita fikir saudara-saudara, seorang yang telah diamanahkan untuk membelah dan mengubat orang sakit, tetapi tidak pernah membuka buku berkenaan dengan kesakitan manusia. Kita diamanahkan untuk menjalankan pentadbiran negara Islam, sudahkah kita tahu apakah pentadbiran negara Islam itu? Marilah kita dekatkan diri kita kepada pengajaran Islam, rapatkanlah diri saudara-saudara kepada Quran yang diturunkan oleh Tuhan, dan rapatkanlah diri saudara-saudara dengan rujukan hadis nabi, jangan ada orang yang sombong mengatakan aku sudah tahu, jangan ada orang mengatakan aku sudah luput, kalau dia sudah luput dari mempelajari Islam, berhentilah ia dari menjadi ketua dari pihak orang Islam ini. Jangan sampai akhirnya dia dituduh orang, memakai warna-warna Islam, tetapi tidak ada isinya.
Boleh jadi saudara-saudara, kita ini akan menghadapi dugaan yang lebih banyak, boleh jadi kita akan berjalan dengan baik, tetapi biarlah apa yang akan terjadi kepada kita, biarlah dapat kita menghadapi Tuhan kita dengan hati yang suci dengan mengatakan aku sentiasa berjuang untuk Engkau (Ya Allah) dan aku wakafkan diriku untuk demikian.
Saudara-saudara yang mulia, selain daripada itu, perlu kita kenali diri kita pada hari ini, bahawa kita ini telah dipilih oleh rakyat, rakyat yang sayang kepada kita , rakyat yang sanggup mengenepikan janji-janji Kerajaan Perikatan yang hendak dicurahkan nikmat-nikmat besar kepada negeri mereka, kerana kita memberi tahu mereka bahawa kita ini hendak menjalankan hukum-hukum Tuhan. Bahawa kita ini hendak menyelamatkan hidup mereka di dunia dan di akhirat. Marilah kita hormati rakyat ini, dan sentiasalah kita meletakkan kewajipan diri kita, memanjangkan khidmat-khidmat yang telah kita lakukan demi kepentingan rakyat.
Saya perlu memberi tahu saudara-saudara, satu daripada syarat kejayaan bagi sesuatu perjuangan ialah keikhlasan. Kita mungkin bodoh, mungkin jahil, mungkin tidak tahu apa-apa, mungkin tidak kuat, tetapi kalau keikhlasan ada kepada kita, maka ada harapan cita-cita kita ini akan dapat kita laksanakan. Tetapi tidak ada gunanya kita cerdik, cerdas, pandai dan kuat sekiranya kita tidak ikhlas kepada Islam yang kita perjuangankan.
Saudara-saudara yang mulia, ikhlas adalah beerti, mengikutkan niat kepada sesuatu tujuan dengan mengenepikan apa yang lain dari itu, kita ikhlas kepada Tuhan, kita pikulkan niat kepadaNya, kita ketepikan yang lain dari itu. Kita ikhlas kepada perjuangan Persatuan Islam SeTanah Melayu , kita pikulkan niat terhadap tujuannya, kita ketepikan yang lain dari itu. Kita ikhlas kepada kepentingan rakyat, kita pikul niat kita kepada tujuan itu dan kita ketepikan kepentingan yang lain dari itu. Ini perlu ada kepada kita. Keikhlasan yang tidak ada belah baginya lagi, keikhlasan yang tidak mengira yang lain daripada apa yang kita tuju di dalam perjuangan asal kita.
Saudara yang mulia, kejayaan orang yang terdahulu dari kita semuanya dengan keikhlasan, harap sungguh keikhlasan ini kita tanam, kita pikul kepada diri kita sendiri. Banyak orang menyangka keikhlasan hanya disifatkan kepada hati dan niat, tetapi tidak pada amal.
Tuan-tuan yang mulia, amallah yang menunjukkan keikhlasan. Kalau kita pergi ke neraka, seperti sabda Rasulullah saw. (dibaca hadis oleh beliau ) ertinya. "Neraka penuh dengan kesalahan dan kejahatan, Syurga penuh dengan perkara-perkara yang dibenci, dia (nafsu) tak mahu kita buat tetapi kita buat, maka itulah yang akan penuh dalam syurga, tetapi neraka akan penuh dengan niat-niat yang baik". Pergilah saudara-saudara ke neraka nescaya saudara akan berjumpa dengan orang-orang yang niatnya baik, tetapi amalnya jahat. Orang mencuri kerana hendak memberi makan anak isterinya, orang yang menipu kerana hendak menyelamatkan perniagaannya bahkan orang yang melakukan apa sahaja yang durjana dengan niat-niat yang baik. Jadi janganlah kita cukup dengan niat-niat kita sahaja, ... "niat saya baik tak apa".
Marilah kita jadikan, segala amalan kita itu baik, niat kita itu baik, supaya kembaran dari keduanya itu akan dapat memberikan sesuatu yang berguna kepada kita
Maaf, sehingga sekarang aku baru berjaya mencatat sehingga 20 minit 19 saat ucapan beliau, berbaki lebih kurang 27 minit lagi ucapan yang amat menyentuh hati dan perasaan ini.
Di dalam saudara-saudara menjalankan tugas, saudara-saudara akan datang akan berjumpalah saudara-saudara masalah-masalah yang bersangkut dengan niat yang baik dan amalan yang jahat, akan banyak saudara terpaksa menghadapi tuduhan niat baik dalam kerja ini, tetapi kerjanya tidak berapa baik, tetapi saudara-saudara ingatlah kepada Tuhan, ingatlah kepada nabi Muhammad saw, ingatlah bahawa di dalam neraka itu penuh dengan niat-niat yang baik belaka.
Saudara yang mulia, rukun kedua dari kejayaan kita sebagai anggota-anggota yang mendokong kerajaan ialah perpaduan kita yang utuh. Perkara inilah yang penting, kita tahu kita mempunyai musuh-musuh, kita tahu bahawa musuh itu hendak menghancurkan kita, maka keutuhan perpaduan ini perlu saudara-saudara wujudkan dan salah satu daripada sebab besar saya ingin berjumpa dengan saudara-saudara hari ini ialah supaya dapat mewujudkan perpaduan yang kuat di antara saudara-saudara. Syukur saya kepada Tuhan, bahawa saudara-saudara yang ada ini sudah dicuba 5 tahun dan saudara-saudara sudah membuktikan perpaduan. Orang Perikatan pernah mengumumkan dengan berkata bahawa mereka akan membeli saudara-saudara. Saya berkata orang-orang yang berada dihadapan saya ini, tidak akan dapat dibeli oleh sesiapapun. Mereka tidak akan merosakkan perpaduan sebab jika kita boleh dibeli, maka sudah lama Persatuan Islam SeTanah Melayu ini sudah dihancurkan di negeri kita ini. Saya sudah kenal orang-orang kita, saya sudah tahu hati-hatinya, maka saya yakin bahawa saudara-saudara dapat mempertahankan diri dalam masalah ini, yang sebenarnya kebelakangan ini saya sedikit pun tidak merasa was-was, saya mempunyai kepercayaan penuh kepada saudara-saudara. Cuma saya minta kepada saudara yang tua dan yang baru lagi masuk golongan mendokong amanah Tuhan ini, supaya terus saudara-saudara berpegang kuat dengan jawatan-jawatan saudara, hendaklah mengutamakan kepentingan perjuangan Islam dan mengenepikan apa sahaja, menangi didalam apa yang akan kita jalankan ini, seribu satu macam akan berlaku, seribu satu daya akan berlaku semua itu untuk menguji keutuhan kita, untuk mengetahui perpaduan kita yang kukuh. Saya berharap semuanya ini dapat kita hadapi dengan cara yang baik.
Ada orang minta supaya kita ini bersumpah, bahawa kita ini bersatu dan berpadu, tetapi saudara-saudara, apalah gunanya sumpah yang boleh dibatalkan dengan penyembelihan seekor kambing, apalah guna sumpah kepada orang yang tidak memperdulikan agama Allah. Sumpah hanya dihormati oleh orang yang taatkan Tuhan, kalau saudara-saudara sudah taatkan Tuhan, maka tidak perlulah saudara-saudara bersumpah.
Saya minta satu sahaja, kita tanamkan di dalam hati kita bahawa Persatuan Islam ini boleh dihancurkan, bahawa kerajaan negeri Kelantan ini boleh dihancurkan bila-bila, tetapi saudara-saudara sanggupkah kita menghancurkan Islam di hati kita sendiri? Sanggupkaj kita mengizinkan kerajaan yang mengharamkan pembacaan Quran berjalan di dalam negeri ini dengan tidak dicabar oleh sesiapapun? Sanggupkah kita orangyang mahu menukar hukum Islam demi kepentingan diri mereka berdaulat diatas kita sendiri? Kalau kita rasa kita tidak sanggup marilah kita jadikan hati-hati kita itu benteng yang kuat, benteng yang boleh menahan sebarang dugaan jambatan kepada Islam.
Saudara-saudara yang mulia, kalau kita tidak taat kepada Tuhan, maka Tuhan akan gantikan dengan satu kaum yang lain, yang mereka itu tidak mengikut kita dalam amal-amalnya, mereka akan lebih baik daripada kita. Maka saya berharap dalam menjalankan tugas negara dan negeri ini saudara utamakanlah seperti yang di utama oleh pemimpin Islam terdahulu, hukum Tuhan dan pengajaran Tuhan.
Saudara-saudara yang mulia, satu perkara yang perlu saya sampaikan pada hari ini, ialah bahawa saudara-saudara yang menang ini, bukan Zulkifli Mohammad, bukan Yusof Abd Latif, bukan Abdullah Jusoh, yang menang ialah calon Persatuan Islam SeTanah Melayu. Marilah kita kukuhkan diri kita dan kita fahamkan bahawa kita ini orang partai , boleh jadi diantara saudara-saudara merasakan bahawa dia orang besar, kalau dia bertanding seorangpun dia menang, tetapi renunglah saudara-saudara beberapa calon-calon Perikatan yang sudah kalah dengan kebesaran-kebesaran mereka kalau rakyat tidak mahu, orang yang mempunyai degree, orang yang menjadi loyar, orang yang kuat habis kalah belaka, mari kita pandang bahawa kita terhutang kepada Persatuan Islam SeTanah Melayu dan bukannya Persatuan saya bahkan Persatuan saudara-saudara sendiri. Kita bersama mempelopori Persatuan itu dan sebab kita wujudkan Persatuan ini adalah kerana cita-cita Islam. Marilah kita jadikan diri kita ini semuanya sebagai orang-orang yang bekerja dari Persatuan Islam SeTanah Melayu.
Jadi saudara-saudara, sebagai ahli Dewan Undangan Negeri janganlah saudara ketepikan PAS Negeri Kelantan sentiasalah dipandang saudara adalah sebagai petugas Persatuan Islam SeTanah Melayu dan saluran Persatuan Islam SeTanah Melayu itu ada di negeri ini untuk memandu dan bekerjasama dengan saudara-saudara sekelian.
Saya syukur kepada Tuhan, pada masa yang telah lalu selama 5 tahun tidak terdapat, boleh dikatakan tidak terdapat langsung pertelagahan antara ahli-ahli Dewan Undangan Negeri Kelantan dengan PAS Negeri Kelantan dan ini jauh dari bermakna bahawa Persatuan Islam SeTanah Melayu ini ingin menekan fikiran-fikiran ahli Dewan Undangan Negeri, tetapi satu kerjasama yang subur diantara kedua pihak perlu dijalankan mengikut saluran-saluran yang telah kita aturkan.
Saudara-saudara yang mulia, sungguhpun pada hari ini saya tidak lagi mengemukakan kepada saudara-saudara apa yang akan kita lakukan selama 5 tahun ini, tetapi saya memberi ingatan kepada saudara-saudara 5 tahun yang akan datang tidak seperti 5 tahun yang telah lalu. Kita akan mewujudkan sebuah kerajaan yang benar-benar kuat, kerana kita ingin menjalankan perkara-perkara yang besar, manifesto kepada saudara-saudara akan akan diuji dengan rintangan yang bukan untuk 5 tahun akan datang tetapi dari mula lagi rintangan-rintangan itu akan kita atur dan akan kita kemukan kepada saudara-saudara. Kita tidak mahu kita menjadi perahu hanyut, bila terhadang barulah berkayuh, kita tidak mahu itu, kita akan membukukan kerja-kerja yang akan dijalankan dalam masa 5 tahun ini dan kalau dapat akan kita tentukan tahun-tahun perlaksanaannya. Dan saya harap kesemuanya akan dapat kita lakukan dalam masa 3 tahun.
Saudara-saudara, inilah tujuan besar kita, dan oleh kerana kerajaan PAS yang akan memerintah dalam masa 5 tahun yang akan datang, akan lebih laju, lebih kuat dan lebih cekap dalam kerjanya, saya berharap kepada saudara-saudara tolong lupakan perbalahan, hadapilah tugas kita ini. Rasulullah saw, pernah berkata, "kalau kamu membuat amal dunia, hendaklah dipandang bahawa kamu akan hidup seribu tahun akan datang, dan kalau kamu membuat amal akhirat maka pandanglah bahawa itu amal yang akhir bagi kamu." Kalau sembahyang, itu adalah sembahyang yang terakhir. Ini juga serupa saudara-saudara, di dalam membuat rancangan mari kita buat seolah akan kekal seribu tahun, tetapi didalam melaksanakan rancangan marilah kita rasa bahawa seolah 5 tahun sahaja lagi kita akan hidup. Ini perlu kita jadikan Motto kita di dalam kerajaan. Dengan anggota yang tinggal sebanyak 18 orang tentulah beban-beban ini akan memberatkan diatas kepada saudara-saudara sendiri, maka saya tidak mahu lagi orang yang akan berkata, "saya tidak sanggup membuat kerja ini, saya mahu jadi jawatankuasa saja, bila mesyuarat panggillah saya, saya akan menjadi hakim boleh atau tidak boleh, kita tidak mahu orang yang menjadi jawatankuasa kali ini, kita mahu petugas-petugas yang akan bekerja, jangan kita saya bersama jawatankuasa, ini bersama jawatankuasa, kerja kita samalah seperti majistret, orang membawa kertas berbeban-beban, bertimbun-timbun didepan kita dan kita bacalah penyata-penyata, mengangguk atau menggeleng terpulanglah kepada kita, nasib kita baik kita angguk, kadang-kadang nasib kita tidak baik kita geleng, ini tidak ada gunanya.
Kita mahu mereka yang boleh berkata kepada Menteri Besarnya, "apa kerja yang boleh saya jalankan?!!. Ini kita mahu, jangan orang yang berkata mahu Jawatankuasa kosong, saya mahu menjadi jawatankuasa, ini kita tidak mahu. Kita tidak kurang tukang angguk, kita tidak kurang tukang geleng, tetapi kita kurang yang membuat apa yang sudah diangguk dan kita kurang orang menghalang apa yang sudah digeleng.
Saudara-saudara yang mulia, saya yakin bahawa satu perubahan besar akan dapat kita lakukan di negeri Kelantan, tetapi dimana perubahan itu bermula saudara-saudara?.
Bila mulanya dan dimana mulanya?
Mulanya pagi ini!!!, dimana mulanya?, di dalam hati saudara-saudara sekelian!!!.
Kalau ia tidak berubah di dalam hati saudara-saudara sekelian, tidak akan berubah tidak akan berjalan sedikit demi sedikit.
Ubahlah!!! cara kita berfikir, ubahlah!!! hati kita, pandanglah bahawa kita ini adalah orang memasuki medan yang lebih sengit perjuangan yang lebih hebat yang memerlukan tenaga yang lebih banyak. Mahu kepada kerja yang lebih banyak, tenaga yang lebih kuat untuk membolehkan cita-cita Islam, cita-cita Melayu terjalan di negeri kita yang kita kasihi ini.
Aduhhh........ lenguh masih berbaki 12 minit 25 saat untuk dihabiskan catatan perkataan demi perkataan Ucapan Prof Zulkifli Muhammad 45 tahun yang lampau kepada MB, EXCO, MP dan ADUN Kelantan, sebelum beliau kembali menemui Tuhannya beberapa jam selepas itu kerana kemalangan jalan raya.
Cuba kita fikir saudara-saudara, seorang yang telah diamanahkan untuk membelah dan mengubat orang sakit, tetapi tidak pernah membuka buku berkenaan dengan kesakitan manusia. Kita diamanahkan untuk menjalankan pentadbiran negara Islam, sudahkah kita tahu apakah pentadbiran negara Islam itu? Marilah kita dekatkan diri kita kepada pengajaran Islam, rapatkanlah diri saudara-saudara kepada Quran yang diturunkan oleh Tuhan, dan rapatkanlah diri saudara-saudara dengan rujukan hadis nabi, jangan ada orang yang sombong mengatakan aku sudah tahu, jangan ada orang mengatakan aku sudah luput, kalau dia sudah luput dari mempelajari Islam, berhentilah ia dari menjadi ketua dari pihak orang Islam ini. Jangan sampai akhirnya dia dituduh orang, memakai warna-warna Islam, tetapi tidak ada isinya.
Boleh jadi saudara-saudara, kita ini akan menghadapi dugaan yang lebih banyak, boleh jadi kita akan berjalan dengan baik, tetapi biarlah apa yang akan terjadi kepada kita, biarlah dapat kita menghadapi Tuhan kita dengan hati yang suci dengan mengatakan aku sentiasa berjuang untuk Engkau (Ya Allah) dan aku wakafkan diriku untuk demikian.
Saudara-saudara yang mulia, selain daripada itu, perlu kita kenali diri kita pada hari ini, bahawa kita ini telah dipilih oleh rakyat, rakyat yang sayang kepada kita , rakyat yang sanggup mengenepikan janji-janji Kerajaan Perikatan yang hendak dicurahkan nikmat-nikmat besar kepada negeri mereka, kerana kita memberi tahu mereka bahawa kita ini hendak menjalankan hukum-hukum Tuhan. Bahawa kita ini hendak menyelamatkan hidup mereka di dunia dan di akhirat. Marilah kita hormati rakyat ini, dan sentiasalah kita meletakkan kewajipan diri kita, memanjangkan khidmat-khidmat yang telah kita lakukan demi kepentingan rakyat.
Saya perlu memberi tahu saudara-saudara, satu daripada syarat kejayaan bagi sesuatu perjuangan ialah keikhlasan. Kita mungkin bodoh, mungkin jahil, mungkin tidak tahu apa-apa, mungkin tidak kuat, tetapi kalau keikhlasan ada kepada kita, maka ada harapan cita-cita kita ini akan dapat kita laksanakan. Tetapi tidak ada gunanya kita cerdik, cerdas, pandai dan kuat sekiranya kita tidak ikhlas kepada Islam yang kita perjuangankan.
Saudara-saudara yang mulia, ikhlas adalah beerti, mengikutkan niat kepada sesuatu tujuan dengan mengenepikan apa yang lain dari itu, kita ikhlas kepada Tuhan, kita pikulkan niat kepadaNya, kita ketepikan yang lain dari itu. Kita ikhlas kepada perjuangan Persatuan Islam SeTanah Melayu , kita pikulkan niat terhadap tujuannya, kita ketepikan yang lain dari itu. Kita ikhlas kepada kepentingan rakyat, kita pikul niat kita kepada tujuan itu dan kita ketepikan kepentingan yang lain dari itu. Ini perlu ada kepada kita. Keikhlasan yang tidak ada belah baginya lagi, keikhlasan yang tidak mengira yang lain daripada apa yang kita tuju di dalam perjuangan asal kita.
Saudara yang mulia, kejayaan orang yang terdahulu dari kita semuanya dengan keikhlasan, harap sungguh keikhlasan ini kita tanam, kita pikul kepada diri kita sendiri. Banyak orang menyangka keikhlasan hanya disifatkan kepada hati dan niat, tetapi tidak pada amal.
Tuan-tuan yang mulia, amallah yang menunjukkan keikhlasan. Kalau kita pergi ke neraka, seperti sabda Rasulullah saw. (dibaca hadis oleh beliau ) ertinya. "Neraka penuh dengan kesalahan dan kejahatan, Syurga penuh dengan perkara-perkara yang dibenci, dia (nafsu) tak mahu kita buat tetapi kita buat, maka itulah yang akan penuh dalam syurga, tetapi neraka akan penuh dengan niat-niat yang baik". Pergilah saudara-saudara ke neraka nescaya saudara akan berjumpa dengan orang-orang yang niatnya baik, tetapi amalnya jahat. Orang mencuri kerana hendak memberi makan anak isterinya, orang yang menipu kerana hendak menyelamatkan perniagaannya bahkan orang yang melakukan apa sahaja yang durjana dengan niat-niat yang baik. Jadi janganlah kita cukup dengan niat-niat kita sahaja, ... "niat saya baik tak apa".
Marilah kita jadikan, segala amalan kita itu baik, niat kita itu baik, supaya kembaran dari keduanya itu akan dapat memberikan sesuatu yang berguna kepada kita
Maaf, sehingga sekarang aku baru berjaya mencatat sehingga 20 minit 19 saat ucapan beliau, berbaki lebih kurang 27 minit lagi ucapan yang amat menyentuh hati dan perasaan ini.
Di dalam saudara-saudara menjalankan tugas, saudara-saudara akan datang akan berjumpalah saudara-saudara masalah-masalah yang bersangkut dengan niat yang baik dan amalan yang jahat, akan banyak saudara terpaksa menghadapi tuduhan niat baik dalam kerja ini, tetapi kerjanya tidak berapa baik, tetapi saudara-saudara ingatlah kepada Tuhan, ingatlah kepada nabi Muhammad saw, ingatlah bahawa di dalam neraka itu penuh dengan niat-niat yang baik belaka.
Saudara yang mulia, rukun kedua dari kejayaan kita sebagai anggota-anggota yang mendokong kerajaan ialah perpaduan kita yang utuh. Perkara inilah yang penting, kita tahu kita mempunyai musuh-musuh, kita tahu bahawa musuh itu hendak menghancurkan kita, maka keutuhan perpaduan ini perlu saudara-saudara wujudkan dan salah satu daripada sebab besar saya ingin berjumpa dengan saudara-saudara hari ini ialah supaya dapat mewujudkan perpaduan yang kuat di antara saudara-saudara. Syukur saya kepada Tuhan, bahawa saudara-saudara yang ada ini sudah dicuba 5 tahun dan saudara-saudara sudah membuktikan perpaduan. Orang Perikatan pernah mengumumkan dengan berkata bahawa mereka akan membeli saudara-saudara. Saya berkata orang-orang yang berada dihadapan saya ini, tidak akan dapat dibeli oleh sesiapapun. Mereka tidak akan merosakkan perpaduan sebab jika kita boleh dibeli, maka sudah lama Persatuan Islam SeTanah Melayu ini sudah dihancurkan di negeri kita ini. Saya sudah kenal orang-orang kita, saya sudah tahu hati-hatinya, maka saya yakin bahawa saudara-saudara dapat mempertahankan diri dalam masalah ini, yang sebenarnya kebelakangan ini saya sedikit pun tidak merasa was-was, saya mempunyai kepercayaan penuh kepada saudara-saudara. Cuma saya minta kepada saudara yang tua dan yang baru lagi masuk golongan mendokong amanah Tuhan ini, supaya terus saudara-saudara berpegang kuat dengan jawatan-jawatan saudara, hendaklah mengutamakan kepentingan perjuangan Islam dan mengenepikan apa sahaja, menangi didalam apa yang akan kita jalankan ini, seribu satu macam akan berlaku, seribu satu daya akan berlaku semua itu untuk menguji keutuhan kita, untuk mengetahui perpaduan kita yang kukuh. Saya berharap semuanya ini dapat kita hadapi dengan cara yang baik.
Ada orang minta supaya kita ini bersumpah, bahawa kita ini bersatu dan berpadu, tetapi saudara-saudara, apalah gunanya sumpah yang boleh dibatalkan dengan penyembelihan seekor kambing, apalah guna sumpah kepada orang yang tidak memperdulikan agama Allah. Sumpah hanya dihormati oleh orang yang taatkan Tuhan, kalau saudara-saudara sudah taatkan Tuhan, maka tidak perlulah saudara-saudara bersumpah.
Saya minta satu sahaja, kita tanamkan di dalam hati kita bahawa Persatuan Islam ini boleh dihancurkan, bahawa kerajaan negeri Kelantan ini boleh dihancurkan bila-bila, tetapi saudara-saudara sanggupkah kita menghancurkan Islam di hati kita sendiri? Sanggupkaj kita mengizinkan kerajaan yang mengharamkan pembacaan Quran berjalan di dalam negeri ini dengan tidak dicabar oleh sesiapapun? Sanggupkah kita orangyang mahu menukar hukum Islam demi kepentingan diri mereka berdaulat diatas kita sendiri? Kalau kita rasa kita tidak sanggup marilah kita jadikan hati-hati kita itu benteng yang kuat, benteng yang boleh menahan sebarang dugaan jambatan kepada Islam.
Saudara-saudara yang mulia, kalau kita tidak taat kepada Tuhan, maka Tuhan akan gantikan dengan satu kaum yang lain, yang mereka itu tidak mengikut kita dalam amal-amalnya, mereka akan lebih baik daripada kita. Maka saya berharap dalam menjalankan tugas negara dan negeri ini saudara utamakanlah seperti yang di utama oleh pemimpin Islam terdahulu, hukum Tuhan dan pengajaran Tuhan.
Saudara-saudara yang mulia, satu perkara yang perlu saya sampaikan pada hari ini, ialah bahawa saudara-saudara yang menang ini, bukan Zulkifli Mohammad, bukan Yusof Abd Latif, bukan Abdullah Jusoh, yang menang ialah calon Persatuan Islam SeTanah Melayu. Marilah kita kukuhkan diri kita dan kita fahamkan bahawa kita ini orang partai , boleh jadi diantara saudara-saudara merasakan bahawa dia orang besar, kalau dia bertanding seorangpun dia menang, tetapi renunglah saudara-saudara beberapa calon-calon Perikatan yang sudah kalah dengan kebesaran-kebesaran mereka kalau rakyat tidak mahu, orang yang mempunyai degree, orang yang menjadi loyar, orang yang kuat habis kalah belaka, mari kita pandang bahawa kita terhutang kepada Persatuan Islam SeTanah Melayu dan bukannya Persatuan saya bahkan Persatuan saudara-saudara sendiri. Kita bersama mempelopori Persatuan itu dan sebab kita wujudkan Persatuan ini adalah kerana cita-cita Islam. Marilah kita jadikan diri kita ini semuanya sebagai orang-orang yang bekerja dari Persatuan Islam SeTanah Melayu.
Jadi saudara-saudara, sebagai ahli Dewan Undangan Negeri janganlah saudara ketepikan PAS Negeri Kelantan sentiasalah dipandang saudara adalah sebagai petugas Persatuan Islam SeTanah Melayu dan saluran Persatuan Islam SeTanah Melayu itu ada di negeri ini untuk memandu dan bekerjasama dengan saudara-saudara sekelian.
Saya syukur kepada Tuhan, pada masa yang telah lalu selama 5 tahun tidak terdapat, boleh dikatakan tidak terdapat langsung pertelagahan antara ahli-ahli Dewan Undangan Negeri Kelantan dengan PAS Negeri Kelantan dan ini jauh dari bermakna bahawa Persatuan Islam SeTanah Melayu ini ingin menekan fikiran-fikiran ahli Dewan Undangan Negeri, tetapi satu kerjasama yang subur diantara kedua pihak perlu dijalankan mengikut saluran-saluran yang telah kita aturkan.
Saudara-saudara yang mulia, sungguhpun pada hari ini saya tidak lagi mengemukakan kepada saudara-saudara apa yang akan kita lakukan selama 5 tahun ini, tetapi saya memberi ingatan kepada saudara-saudara 5 tahun yang akan datang tidak seperti 5 tahun yang telah lalu. Kita akan mewujudkan sebuah kerajaan yang benar-benar kuat, kerana kita ingin menjalankan perkara-perkara yang besar, manifesto kepada saudara-saudara akan akan diuji dengan rintangan yang bukan untuk 5 tahun akan datang tetapi dari mula lagi rintangan-rintangan itu akan kita atur dan akan kita kemukan kepada saudara-saudara. Kita tidak mahu kita menjadi perahu hanyut, bila terhadang barulah berkayuh, kita tidak mahu itu, kita akan membukukan kerja-kerja yang akan dijalankan dalam masa 5 tahun ini dan kalau dapat akan kita tentukan tahun-tahun perlaksanaannya. Dan saya harap kesemuanya akan dapat kita lakukan dalam masa 3 tahun.
Saudara-saudara, inilah tujuan besar kita, dan oleh kerana kerajaan PAS yang akan memerintah dalam masa 5 tahun yang akan datang, akan lebih laju, lebih kuat dan lebih cekap dalam kerjanya, saya berharap kepada saudara-saudara tolong lupakan perbalahan, hadapilah tugas kita ini. Rasulullah saw, pernah berkata, "kalau kamu membuat amal dunia, hendaklah dipandang bahawa kamu akan hidup seribu tahun akan datang, dan kalau kamu membuat amal akhirat maka pandanglah bahawa itu amal yang akhir bagi kamu." Kalau sembahyang, itu adalah sembahyang yang terakhir. Ini juga serupa saudara-saudara, di dalam membuat rancangan mari kita buat seolah akan kekal seribu tahun, tetapi didalam melaksanakan rancangan marilah kita rasa bahawa seolah 5 tahun sahaja lagi kita akan hidup. Ini perlu kita jadikan Motto kita di dalam kerajaan. Dengan anggota yang tinggal sebanyak 18 orang tentulah beban-beban ini akan memberatkan diatas kepada saudara-saudara sendiri, maka saya tidak mahu lagi orang yang akan berkata, "saya tidak sanggup membuat kerja ini, saya mahu jadi jawatankuasa saja, bila mesyuarat panggillah saya, saya akan menjadi hakim boleh atau tidak boleh, kita tidak mahu orang yang menjadi jawatankuasa kali ini, kita mahu petugas-petugas yang akan bekerja, jangan kita saya bersama jawatankuasa, ini bersama jawatankuasa, kerja kita samalah seperti majistret, orang membawa kertas berbeban-beban, bertimbun-timbun didepan kita dan kita bacalah penyata-penyata, mengangguk atau menggeleng terpulanglah kepada kita, nasib kita baik kita angguk, kadang-kadang nasib kita tidak baik kita geleng, ini tidak ada gunanya.
Kita mahu mereka yang boleh berkata kepada Menteri Besarnya, "apa kerja yang boleh saya jalankan?!!. Ini kita mahu, jangan orang yang berkata mahu Jawatankuasa kosong, saya mahu menjadi jawatankuasa, ini kita tidak mahu. Kita tidak kurang tukang angguk, kita tidak kurang tukang geleng, tetapi kita kurang yang membuat apa yang sudah diangguk dan kita kurang orang menghalang apa yang sudah digeleng.
Saudara-saudara yang mulia, saya yakin bahawa satu perubahan besar akan dapat kita lakukan di negeri Kelantan, tetapi dimana perubahan itu bermula saudara-saudara?.
Bila mulanya dan dimana mulanya?
Mulanya pagi ini!!!, dimana mulanya?, di dalam hati saudara-saudara sekelian!!!.
Kalau ia tidak berubah di dalam hati saudara-saudara sekelian, tidak akan berubah tidak akan berjalan sedikit demi sedikit.
Ubahlah!!! cara kita berfikir, ubahlah!!! hati kita, pandanglah bahawa kita ini adalah orang memasuki medan yang lebih sengit perjuangan yang lebih hebat yang memerlukan tenaga yang lebih banyak. Mahu kepada kerja yang lebih banyak, tenaga yang lebih kuat untuk membolehkan cita-cita Islam, cita-cita Melayu terjalan di negeri kita yang kita kasihi ini.
Aduhhh........ lenguh masih berbaki 12 minit 25 saat untuk dihabiskan catatan perkataan demi perkataan Ucapan Prof Zulkifli Muhammad 45 tahun yang lampau kepada MB, EXCO, MP dan ADUN Kelantan, sebelum beliau kembali menemui Tuhannya beberapa jam selepas itu kerana kemalangan jalan raya.
Wasiat Terakhir Arwah Prof Zulkifli Muhammad 1
Diwaktu Saidina Abu Bakar menjadi Khalifah Rasulullah saw, dia telah berkata, "Wahai manusia telah dijadikan aku ketua (Khalifah) bagi kamu tetapi aku tidaklah paling-paling baik daripada kamu".
Beginilah kita pada hari ini kita telah dipilih rakyat, tetapi itu tidaklah bermakna kita yang paling baik sekali diantara rakyat semua. Tetapi ini adalah satu nikmat yang diberikan oleh Tuhan supaya kita fikir ini adalah satu kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh rakyat kepada kita yang mesti kita pikul dan tunaikan kewajipan-kewajipannya.
Tuan-tuan yang mulia, saya mengucapkan setinggi-tinggi tahniah kepada tuan-tuan atas kejayaan tuan-tuan mendapat kepercayaan rakyat dan nikmat kepercayaan itu yang akan membolehkan tuan-tuan berkhidmat pula kepada rakyat, di dalam ertikata melaksanakan hukum Allah Ta'ala dan menjunjung kedaulatan bangsa kita yang menjadi bumiputera negeri ini.
Tuan-tuan yang mulia, kalau kita lihat kepada Quran, maka dia berkata, "Mereka yang menolong Allah itu, ialah apabila mereka Kami menang mereka dibumi Allah, maka didirikan mereka akan sembahyang, akan agama Allah diberikan mereka akan zakat, akan khidmat-khidmat masyarakat, yang menyuruh mereka dengan kebajikan dan mencegah mereka akan kejahatan.
Dengan ayat-ayat ini dapatlah tuan-tuan membayangkan, bahawa orang yang ditolong oleh Allah swt itu tugasnya telah dinyatakan oleh Quran, menjaga kedaulatan Agama, menjaga perkhidmatan-perkhidmatan masyarakat, melakukan sesuatu yang baik dan mencegah sesuatu yang jahat. Tidak payah kita belajar jauh, tidak payah kita mengkaji masalah-masalah yang dalam, cukup sudah empat peranan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita, untuk kita amalkan sebagai seorang yang telah mendapat nikmat kepercayaan rakyat sebagai wakil rakyat ini.
Tuan-tuan sekelian, khalifah-kahlifah Islam yang dahulu dari kita telah menjalankan tugas-tugas negara dengan serba payah dan keikhlasan yang patut kita ketahui. Kalau sudah terluput kita 5 tahun dahulu bagi orang yang telah lama dan kalau telah terluput bagi mengenalinya bagi ahli-ahli yang baru, maka saya tanamkan satu kesalahan yang besar kepada kita yang menjadi wakil rakyat Persatuan Islam SeTanah Melayu ini masih tidak mahu mendekatkan dirinya kepada semangat-semangat pentadbiran Islam, semangat-semangat negara Islam, semangat-semangat wilayah Islam yang telah diberikan kepada kita, saya tahu ada diantara kita yang telah menang dalam tahun 1959 telah tidak sempat mengambil pentadbiran Islam dalam memahaminya, saya tidak katakan dalam melaksanakannya lagi , tetapi di dalam memahaminya.
Maka saya minta tuan-tuan menerima cabaran Tuhan, iaitu jangan dijalan sesuatu kerja, sekiranya kita tidak tahu apa yang hendak kita dijalankan itu, jadikanlah kewajipan tuan-tuan mulai dari hari ini, mengkaji pengajaran Islam supaya tuan-tuan dapat memikul kewajipan tuan-tuan sebagai seorang yang tahu apa yang diajar oleh Islam.
Jangan ada seorangpun yang takbur, merasakan dirinya sudah pandai, bahawa dirinya sudah tahu apa pengajaran Islam, bahawa dirinya tidak perlu diajar oleh sesiapa, kerana dia telah menjadi Wakil Rakyat. Dia perlu mendekatkan dirinya dengan Al-Quran, dengan buku-buku Islam, dengan hadis-hadis nabi Muhammad saw, dengan sejarah-sejarah Islam, supaya kita sentiasa ingat kepada Tuhan.
Tuan-tuan yang mulia, boleh jadi ada diantara kita yang menyangka bahawa Tuhan tidak menyifat kita atas kewajipan kita ini, boleh jadi ada diantara kita yang memandang bahawa masalah yang ada dihadapan kita ini adalah masalah pilihanraya, masalah menjaga kedudukan kerajaan, masalah menjaga hati rakyat, masalah menjaga lebih buruk lagi menjaga kepentingan diri sendiri. Maka saya berharap pada hari ini supaya kita sahut seruan ini, dan kita putuskan dihati kita dan kita jadikan bahawa kita ini petugas-petugas yang diamanahkan oleh Tuhan untuk melaksanakan kewajipan yang Maha Suci, kewajipan yang belum di dapat oleh berapa ribu million manusia peluang untuk berbuat demikian sejak zaman-zaman berzaman hingga hari ini.
Kita meminta rakyat mengundi kita, kita meminta mereka mempercayai kita. Bukan dengan janji-janji khidmat, tetapi dengan janji-janji akan menjalankan hukum Tuhan. Tuhan yang kita sembah, Tuhan yang merenung apa yang kita buat tiap-tiap hari, Tuhan yang memerhatikan kesungguhan hati kita, sebelum kesungguhan perbuatan kita. Inilah saudara-saudara kedudukan kita pada hari ini satu kedudukan yang sungguh dan benar, suatu kedudukan yang bukan dibuat-buat, tetapi sesuatu kedudukan yang memang kita kehandaki supaya Tuhan berikan kepada kita, maka janganlah kita lepaskan peluang ini, dengan kelengahan dan kelalaian, dengan lupa dengan apa yang ada kepada kita ini dan menjadikan apa yang kita dapat ini sebagai satu nikmat yang datang dan lalu, sebab kita ini saudara-saudara akan menghadapi Tuhan.
Marilah kita jadi kesungguhan perjuangan ini satu Motto bagi kita, marilah kita jadi perjuangan menegakkan Islam ini tidak kerja main-main, tidak kerja pilihanraya, bahkan tidak kerja Persatuan Islam SeTanah Melayu, tetapi kerja kita sebagai seorang Islam yang telah mendapat nikmat dari Tuhan bahawa kita telah dipercayai oleh rakyat untuk menjalankan tugas-tugas yang telah ditetapkan oleh Tuhan.
Ya, saudara-saudara, saya tidak mengingati bahawa hanya kita sahaja yang dapat menyelamatkan dunia ini, tetapi perlu kita akui hanya kita yang telah mendapat peluang untuk berbuat demikian.
Orang di Mesir tidak dapat lagi menjalankan pemerintahan atas nama menjalankan atas cita-cita Islam, orang di negara Arab masing dikongkong, dan bermillion manusia Islam masih belum dapat lagi nikmat tegak dengan sokongan rakyat bagi menjalankan cita-cita Islam. Tetapi kita saudara-saudara telah diberi Tuhan nikmat seperti itu.
Maka marilah kita terima cabaran Tuhan ini, memohon kepada Tuhan supaya kita dibernya taufik dan hidayat, supaya sentiasa kita diberi inyatNya, bagi menjalankan apa yang diwajibkanNya kepada kita. Percayalah saudara-saudara, bahawa saya dan saudara-saudara akan gagal dalam kerja ini kalau kita tidak mahu memperdampingkan diri kita pada Islam.
Sehingga sekarang baru 13 minit 22 saat ucapan Prof Zulkifli Mohammad dari keseluruhan 47 minit 32 saat yang sempat aku salinan perkataan demi perkataan - ucapannya cukup relevan dengan keadaan yang kita sedang alami sekarang ini.
Ucapan yang disampaikan kepada semua wakil rakyat PAS Kelantan dalam tahun 1964, sebelum mengadap Tuhan (seperti yang disebut dalam ucapannya) selepas itu kerana kemalangan jalan raya.
Tuesday, April 5, 2011
Saat diri keserabutan
Bismillahirrahmanirraheem,
Keserabutan yang melanda diri ini dalam tempoh beberapa minggu ini semakin kronik.
- Perasaan cinta yang perlu dipendam untuk setahun-dua
- Peperiksaan yang bakal menjelang 6 minggu lagi
- Organisasi di bawah pimpinan yang memerlukan nafas baru dan kembali kepada asas
- Ahli kumpulan yang asyik tidak ikut prosedur, buat tanpa mengikuti garis panduan yang sistematik
Bagi mencari jalan keluar, pelbagai cara sudah dicuba:
- Lari ke Dublin
- Lari ke Limerick
- Termenung di bilik
- Tengok video youtube
- Baca isu2 politik
- Bincang pasal taadud j
- Main PS3
- Tengok movie
- Dengar lagu2 jiwang
- Facebook
- Membaca email
Tapi hampeh. Semuanya sekadar melarikan diri daripada masalah. Bukan menyelesaikan punca masalah. Cuma bila aku kembali kepada Allah, barulah hati ini sedikit tenang, despite all the problems that I’m facing. Maka, aku perlulah:
- Berqiamullail
- Solat dhuha
- Melazimi dzikir
- Solat berjamaah
- Solat-solat sunnat
- Bersedaqah
- Mendengar ceramah agama
- Mengaji quran
- Menggantungkan segala iqtiqad, perkataan dan perbuatan kepada Allah semata
Barulah aku sekurang-kurangnya dapat kembali kepada suatu sumber yang benar-benar dapat menyelesaikan masalah yang menyerabutkan fikiranku.
Allahu Allah, guide me out of this confusión.
Subscribe to:
Posts (Atom)
